Tes kebugaran dan tes wawancara USM STAN

Tes kebugaran dan tes wawancara USM STAN 

Dengan diterapkannya dua tahap dalam proses USM STAN, banyak peserta USM STAN mulai mencari referensi-referensi ataupun tips dan trik untuk menghadapi USM STAN khususnya tahap kedua. Kalau tahap satu sih ya itu-itu saja, masalahnya ketika USM STAN tahap dua dilaksanakan maka tak semua peserta akan mampu melaluinya dikarenakan USM STAN tahap dua membutuhkan persyaratan-persyaratan mutlak seperti kebugaran. Untuk tes tahap dua Anda akan diberi waktu 12 menit untuk lari memutari lapangan oleh kopasus, nah rata-rata yang lulus dapat memutari lapangan lebih dari 4 putaran.

Mungkin Anda bisa mencoba tes sendiri kemampuan masing-masing di rumah, apabila Anda hanya kuat 2 putaran saja selama 12 menit, maka Anda perlu untuk meningkatkan kebugaran Anda dengan rajin berolahraga. Kemampuan fisik ini mutlak. Apabila kamu memiliki obesitas yang tidak memungkinkan Anda untuk memutari lapangan sebanyak empat putaran selama 12 menit, maka Anda akan gagal.

Selain tes kebugaran, Anda akan menjalani tes wawancara USM STAN. Menurut para mahasiswa STAN yang berhasil lulus di tes wawancara, ada satu pertanyaan yang wajib yaitu “Apakah Anda pernah mencontek?”. Pertanyaan ini sangat sulit untuk dijawab. Banyak juga yang menjawab tidak pernah dan akhirnya peserta tes tersebut tidak lolos karena pasti Anda berbohong. Namun apabila Anda menjawab jujur, tentu Anda takut tidak lolos tes wawancara kan?. Tenang saja, penilaian tes wawancara tidak sekaku itu. Penilai tes wawancara tentunya Akan melihat apakah Anda mempunyai itikad baik untuk merubah kebiasaan mencontek Anda. Menurut Hasan Ashari, Pegawai Kementerian Keuangan yang juga menjadi pewawancara pada USM STAN tahap dua, ketika peserta USM STAN memang pernah mencontek, maka yang kita lakukan adalah mencari tahu apakah dia mempunyai kemauan untuk merubah kebiasaanyya. “Kita sudah punya banyak stok pertanyaan untuk mengetahui karakteristik peserta tes.” “Tenang saja, apabila Anda memang pernah mencontek ya jujur saja, jangan malah berbohong.”