Review Spesialisasi Perpajakan STAN

Perpajakan.

Salah Satu Spesialisasi yang banyak diminati oleh para peserta USM STAN 2013. Dewasa ini siapa yang ga tau pajak?  Hampir semua segmen di Indonesia berhubungan dengan Pajak. Semua Pengusaha* harus bayar pajak, bahkan tiap orang pribadi pun yang berpenghasilan memenuhi kriteria akan dikenai pajak tiap tahunnya. Orang tua kita, paman, bibi, saudara, guru, dll.

Tiap tahunnya Penerimaan Perpajakan menyumbang hampir 80% Penerimaan Negara dalam APBN. Misal untuk APBN 2012 saja, dari total penerimaan Negara 1300Triliun, 920Triliun berasal dari Penerimaan Pajak. Karena siginfikansinya hal ini, maka sektor Perpajakan menjadi hal yang sangat penting bagi Bangsa ini.

Pajak dikelola di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebuah instansi pemerintah dibawah naungan Kementerian Keuangan. Semua perhitungan perpajakan di kelola oleh DJP. Tapi yang perlu diketahui, bahwa uang hasil Pajak tidak pernah mampir sedikitpun ke Kantor DJP. Kenapa? karena para pembayar pajak membayar pajak langsung ke Kas Negara via Bank/ Kantor Pos. Jadi DJP hanya menghitung dan mengadministrasikan Pajak saja, tapi tidak mengelola keuangan dari hasil penerimaan pajak. Dan itu hal penting mengingat stigma negatif terhadap instansi ini.

Semakin tahun perkembangan sektor perpajakan terus meningkat seiring membaiknya perekonomian bangsa. Oleh karena itu, banyak faktor yang harus terus digenjot dan dikembangkan agar penerimaan sektor Pajak ini terus optimal dari tahun ke tahun. Salah satu caranya ialah dengan terus melakukan penambahan SDM-SDM pegawai pajak yang berkualitas. Selain ada juga Reformasi Birokrasi yang membuat setiap pegawai pajak akan dinilai(digaji) sesuai kinerjanya. Dan *spoiler* aja untuk Gaji pegawai DJP yang baru lulus D3 termasuk jajaran tertinggi dari pegawai manapun yang punya tingkatan setara.

Mengingat kebutuhan pegawai yang terus meningkat setiap tahu, STAN sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Keuangan, berkewajiban mencetak calon-calon punggawa perpajakan Indonesia dengan membuka Spesialisasi Perpajakan. Tiap tahun ribuan mahasiswa/i spesialisasi Perpajakan menjadi pegawai-pegawai baru DJP. Mereka ditempatkan di hampir setiap kota di Indonesia, dari Sabang—Merauke, dari Talaud—Pulau Rote. Bahkan untuk kota yang namanya ga ada di peta pun, ada kantor Pajaknya. Dan itu konsekuensi penempatan lulusan STAN.

Spes Pajak biasanya belajar apa sih?? | Di Spes Pajak pastilah kita belajar semua seluk beluk tenatang perpajakan. Dari mulai Peraturannya, undang-undangnya, tata-cara menghitungnya, tata-cara memungutnya, sanksi-sanksi akan pelanggaran perpajakan, dll. Semua hal tersebut dibahas secara detil, agar kita benar-benar telah mengerti soal sistem perpajakan di Indonesia dan siap pakai menjadi pegawai pajak ketika lulus nanti. Jadi yang senang terhadap perhitungan, rurmus-rumus dam hapalan Ketentuan Undang-Undang Perpajakan maka Spesialisasi Perpajakan ini bisa jadi salah satu tujuan utama kamu dalam memilih Prodi di STAN.

DI atau DIII Perpajakan sama aja, yang membedakan cuam masa kuliah. DI kuliah setahu langsung lulus dan jadi pegawai DJP. DIII kuliah tiga tahun langsung lulus dan (kemungkinan) jadi pegawai DJP. Simple kan?

Biasanya kuota yang diterima di Spes Perpajakan ketika USM STAN menempati peringkat kedua di bawah Spes Akuntansi. Sebagai gambaran, USM STAN 2010 menerima 3000an mahasiswa. 1500 masuk Akuntansi dan 800an masuk Spes Perpajakan.

nah sekian, review spesialisasi Perpajakan di STAN. Semoga Bermanfaat.





Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *